Dampak Kenaikan Harga Bagi Pemerintah ( Writting Tasks 3 )

Kenaikan harga merupakan suatu hal yang selalu menjadi permasalahan bagi penduduk terutama yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Jika mendengar kenaikan harga, pandangan rakyat akan teruju kepada pemerintah. Hal itu disebabkan karena pemerintah adalah pihak yang paling berwenang untuk menaikkan atau menurunkan harga suatu barang. Dalam hal ini pemerintah dituntut harus lebih bijaksana untuk menentukan harga barang, karena jika tidak maka akan banyak aksi demonstrasi yang digelar diberbagai tempat sebagai bentuk rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga.

Pemerintah sebagai organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. selain itu, pemerintah juga dapat diartikan sebagai para penyelenggara negara, dalam hal melaksanakan jalannya pemerintahan. Pemerintah adalah salah satu pihak yang dapat menaikan dan menurunkan harga barang. Dalam hal ini pemerintah harus lebih bijaksana untuk menentukan harga barang. Mereka harus memikirkan dampak bagi produsen dan konsumen jika harus menaikan harga-harga barang.

Masalah yang terus mendapat perhatian dari pemerintah adalah masalah inflasi.  Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain seperti, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Inflasi ini biasanya terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat.

Contoh Diagram Inflasi Bahan Pangan yang Menjadi Masalah utama Pemerintah

Awalnya Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan pendapatan tinggi yang selanjutnya menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan jasa. Pengeluaran ini dapat menimbulkan inflasi. Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali, keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Ada kalanya tingkat inflasi meningkat tiba-tiba atau wujud akibat suatu peristiwa tertentu yang berlaku di luar ekspentasi pemerintah. misalnya efek dari pengurangan nilai uang yang sangat besar atau ketidakstabilan politik. Menghadapi masalah inflasi yang bertambah cepat ini pemerintah akan menyusun langkah-langkah yang bertujuan untuk mengatasi masalah inflasi yang bertambah cepat tingkatnya. ontohnya seperti pemerintah terpaksa mencetak uang atau meminjam dari bank sentral.

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Yang harus dilakukan pemerintah adalah adanya operasi pasar dimana merupakan sebuah kebijakan dalam mengupayakan menurunkan harga bahan pangan tersebut. Selain itu, pemerintah dituntut untuk lebih bijaksana dalam menentukan kenaikan harga suatu barang, karena setiap kebijakan pemerintah akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan rakyat. Pro dan kontra yang muncul itu harus membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam mengimplementasikan sebuah kebijakan yang berdampak besar terhadap rakyat. Sebab jika tidak, reputasi pemerintah akan semakin merosot di mata rakyat dan bukan tidak mungkin akan menimbulkan gejolak sosial berupa gerakan-gerakan demonstrasi massal, gerakan anti pemerintah, dan lain sebagainya. Jadi dapat dikatakan bahwa kenaikan harga tidak hanya berdampak kepada produsen dan konsumen (rakyat) saja, tetapi juga berdampak kepada pemerintah yang notabene merupakan pihak yang memutuskan kenaikan harga tersebut.

Demonstrasi Sebagai Timbal Balik Keputusan Pemerintah yang Merugikan Masyarakat

Dampak Kenaikan Harga Bagi Konsumen ( Writting Tasks 2 )

Pada buku Bottom up Marketing, Al Rise dan Jack Trout menyatakan bahwa your tactic should not be customer oriented. Apabila kita berkonsentrasi pada konsumen (customer centric), kita akan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Pekerjaan-pekerjaan yang dimaksud adalah menanamkan brand perusahaan pada benak target, meningkatkan image positif, memberikan pelayanan terbaik, dan pada saat yang bersamaan berupaya meningkatkan jumlah pelanggan dan merebut pelanggan baru. Dalam konsep customer centric, di satu sisi perusahaan menginginkan setiap konsumennya untuk loyal. Di sisi lain, perusahaan memperlakukan konsumen sebagai raja. Seperti Menurut Philip Kotler, pengertian konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk di konsumsi pribadi.

Konsumen dan kenaikan barang adalah dua hal yang memiliki kaitan sangat erat, kedua hal tersebut tidak dapat saling berjalan normal apabila masing-masing fungsi tidak mendukung satu sama lainnya. Fungsi dari Konsumen tidak dapat berjalan apabila fungsi dari kenaikan harga tidak mendukungnya, begitu pula sebaliknya.

Dewasa ini, kenaikan harga sudah sering kita dengar dan alami, penyebabnya adalah tidak lain karena berbagai macam faktor, diantaranya terjadinya peningkatan terhadap perkembangan perekonomian dunia, Permintaan Masyarakat, Kenaikan Ongkos Produksi, dan terjadinya inflasi terhadap harga dari bahan-bahan dasar pembuatan suatu produk sehingga meningkatkan harga produk tersebut. Akibatnya, konsumen harus membayar lebih mahal dan barang yang diperoleh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya inflasi.

Dalam perilaku konsumen disebutkan kata menimbang dan mengevaluasi. Seseorang konsumen yang rasional pada waktu akan memutuskan pembelian suatu barang tidak didasari oleh emosi belaka namun terutama didasari pada suatu pertimbangan bahwa apa yang akan dibelinya memang memberikan tingkat kepuasan terbesar jika dibandingkan dengan barang lainnya. Tentunya ada kriteria-kriteria terentu yang diinginkan oleh konsumen tersebut untuk mendapatkan kepuasan terbesar dalam pembelian tadi. Kriteria yang paling erat tentunya seputar kualitas barang dan harga barang. Adanya kenaikan harga terkadang memaksa konsumen tingkat menengah kebawah lebih memilih mengkonsumsi barang dengan harga rendah sekalipun barang konsumsi tersebut kualitas dua, tak sedikit pula yang terpancing oleh produsen yang memproduksi barang serupa dengan elemen yang lain,hanya terlihat sama diluar saja yang bisa disebut barang bajakan. Barang imitasi atau barang bajakan diketahui lebih laku dibandingkan barang asli.  Kebiasaan konsumen membeli barang imitasi mungkin belum akan terasa dampaknya secara langsung jika masih diaplikasikan kepada barang-barang yang bisa dibilang barang pakai atau pelangkap atau aksesories, seperti sepatu,pakaian dan sejenisnya. Namun masalah ini menjadi besar ketika konsumsi tersebut mulai merambah pangan. Tak bisa dipungkiri lakunya barang tiruan menggugah para produsen untuk menekan harga produksi dengan membuat barang tiruan, bahkan yang ditirukan adalah barang yang dikonsumsi langsung oleh manusia seperti makanan yang diketahui akan berakibat buruk bagi konsumen.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan laba maksimal dengan biaya produksi yang minimal produsen dapat memproduksi telur bebek yang sebenarnya merupaka hasil sepuhan dari telur ayam, biasanya para produsen mengakali dengan menyepuh atau mewarnai telur ayam sehingga menjadi serupa dengan telur bebek, ia dapat menjual telur tersebut dengan harga sedikit lebih murah sehingga menarik perhatian konsumen. Jika benar-benar sudah tidak mampu membeli barang karena kenaikan harga,jalan terakhir yang bisa ditempuh adalah mengonsumsi apapun yang dapat dikonsumsi, di desa-desa dan perkampungan banyak keluarga yang mengonsumsi nasi aking atau bisa disebut nasi basi, nasi ini hanya dikeringakan lalu dimasak kembali, nasi seperti ini jelas tidak baik utuk gizi si konsumen tersebut,namun apa daya ketika ia tidak mampu membeli beras. Hal ini pula yang harusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah sebelum menaikkan harga barang terutama harga bahan pokok, yaitu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kelas bawah, tidak hanya kelas menengha dan kelas atas. Kenaikan harga akan memperburuk keadaan masyarakat tingkat bawah yang karena ketidak mampuan memenuhi keperluan pangan dan ekonominya.

Kemiskinan sebagai dampak langsung kenaikan harga bagi Konsumen Tingkat Bawah

Penurunan kualitas dari barang-barang yang menjadi kebutuhan umum konsumen dapat berakibat besar bagi penurunan gizi dan kesehatan para konsumen, juga peningkatan kejahatan yang banyak dilakukan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dengan bahan yang murah namun membahayakan. Kenaikan harga bukan hanya membuat konsumen harus membayar lebih terhadap produk yang diinginkan terutama makanan, tetapi juga harus membayar lebih untuk akibat jangka panjang yang akan dihasilkan dari makanan yang tidak bergizi dan membahayakan kesehatan.

Contoh lainnya adalah masalah kenaikan harga bahan kebutuhan pokok bagi konsumen. Konsumen dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak dapat lepas dari bahan kebutuhan pokok, bahkan dapat dikatakan hidupnya tergantung dari terpenuhinya kebutuhan pokok tersebut. Hal itu wajar karena dalam kehidupan sehari-hari konsumen perlu mengonsumsi bahan kebutuhan pokok untuk memenuhi asupan gizi bagi tubuh, seperti protein, karbohidrat, mineral, dan kalsium. Asupan itu bermanfaat bagi tubuh agar tetap dalam kondisi tidak kekurangan gizi. Untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut selain persediaan juga dipengaruhi faktor harga, yang berkaitan dengan daya beli konsumen. Ketika harga kebutuhan pokok itu naik cukup tinggi, sebagian besar konsumen pasti mengeluh, karena akan menambah beban anggaran rumah tangga sehari-hari. Kondisi itu juga akan menyedot anggaran untuk kebutuhan lain. Untuk menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok, konsumen terpaksa melakukan langkah terobosan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Langkah itu di antaranya memperketat pengeluaran untuk kebutuhan lain dan mengurangi porsi belanja.

Dampak Kenaikan Harga Bagi Produsen ( Writting Tasks 1 )

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Tingkat Inflasi Di Dunia

Kenaikan harga merupakan suatu keadaan dimana barang – barang secara umum mengalami kenaikan harga dan itu akan berlangsung dalam waktu yang lama dan terus menerus.  Harga barang yang ada, mengalami kenaikan dari waktu  –  waktu sebelumnya dan terjadi dimana-mana  dalam rentang waktu yang cukup lama. Kenaikan harga merupakan masalah rumit yang sering terjadi di dalam dunia ekonomi, dan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa kenaikan harga membawa pengaruh besar terhadap masyarakat yang terlibat di dalamnya, tak terkecuali bagi produsen.

Produsen dalam ekonomi adalah organisasi atau kelompok atau orang yang menghasilkan suatu barang dan jasa untuk dijual dan dipasarkan kepada konsumen.  Para produsen akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk dapat mengolah suatu bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi sesuatu bahan jadi yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna untuk dijual agar produsen mendapat keuntungan. Para produsen harus dapat menawarkan harga yang relatif murah karena produsen merupakan agen – agen langsung yang banyak di cari oleh para pedagang untuk membeli dagangannya yang nanti akan mereka jual kembali tetapi dengan harga yang relatif lebih mahal.

Jika terjadi kenaikan harga, produsen sering mendapat kesulitan bahkan mungkin terjadi kerugian. Bagi perusahaan pengolah bahan mentah atau bahan setengah jadi, masalah yang timbul berhubungan dengan bahan baku. Bahan baku merupakan hal terpenting dalam proses produksi, mahalnya bahan baku membuat produsen harus berfikir ulang tentang biaya produksi dan laba yang akan didapat. Semakin mahal harga bahan baku maka semakin melunjak pula harga produksi. Dengan keadaan seperti itu, produsen harus pintar – pintar memutar otaknya untuk memikirkan bagaimana cara untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan menaikkan harga jual barang dagangannya atau dengan cara menggunakan bahan baku yang kualitasnya nomer dua. Produsen adalah salah satu sisi yang paling terpengaruh akibat adanya inflasi. Bagi produsen inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Jika kondisinya seperti itu, produsen akan terdorong untuk memperbanyak bahkan melipatgandakan produksinya,namun bila inflasi menyebabkan kenaikan biaya produksi maka kondisi ini merugikan bagi produsen. Produsen akan mengurangi produksinya atau bisa juga berhenti untuk beberapa waktu. Hal lain juga bisa terjadi yaitu perusahaan tersebut bangkrut ( tidak memproduksi lagi),dikarenakan tidak sanggup untuk mengikuti laju inflasi. Dampak kenaikan harga memang sangat berpengaruh terhadap semua aktifitas kegiatan perdagangan, bagi Produsen tentu saja kenaikan harga bahan baku bisa sangat mempengaruhi seluruh kegiatan produksi mereka.

Contoh dari kenaikan harga bagi produsen baru-baru ini adalah kenaikan harga bahan cabai yang melonjak hingga mencapai angka 50000 lebih per kilogram, kenaikan ini dirasakan cukup memberatkan bagi para produsen sambal dan juga para pemilik restoran padang, karena yang biasanya tiap harinya mereka bisa membeli hingga 5 kilogram cabai, namun saat kenaikan harga ini mereka hanya bisa membeli 3 kilogram saja supaya mereka masih punya uang yang cukup untuk membeli bahan baku lainnya.

Kenaikan Harga Cabai Merugikan Produsen Sambal dan Pemilik Restoran

Contoh lainnya, Dampak kenaikan harga cukup terasa di dalam industri pembuatan tahu, para produsen mengeluhkan tingginya harga bahan baku pembuatan tahu ini yaitu kedelai yang dirasa cukup mahal bagi mereka, hal ini disebabkan karena kebijakan pemerintah dalam hal membatasi kedelai import yang khusus didatangkan langsung dari Amerika, tentu saja harganya menjadi melambung naik karena jumlah permintaan akan kedelai itu tinggi namun jumlah kedelai yang ada kurang atau langka hingga harganya melonjak naik. Bagi produsen mereka akan melakukan apa saja dalam menghadapi kenaikan harga bahan baku itu sendiri, contohnya dengan mencari alternatif bahan bakunya, atau mengurangi penggunaan bahan baku yang harganya naik itu.

Kenaikan harga bahan pembuatan tahu (Kedelai) dirasakan berat oleh Produsen

Di sisi lain seorang  produsen kue mereka menyiasati kenaikan harga dengan cara memperkecil ukuran kue yang di produksinya. Contoh lain adalah produsen pakaian, mereka tidak mungkin memperkecil ukuran pakaian yang mereka produksi, mereka memilih untuk menggunakan bahan baku dengan kualitas nomor dua dimana biasanya bahan baku seperti ini memiliki harga yang lebih rendah sehingga kualitas yang akan dirasakan masyarakat pun menjadi lebih rendah.

Bagi produsen, kenaikan harga dapat menimbulkan keuntungan ataupun kerugian. Keuntungannya, jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi, produsen akan terdorong untuk memperbanyak bahkan melipatgandakan produksinya. Kerugiannya, jika kenaikan harga myebabkan kenaikan biaya produksi, produsen akan mengurangi produksinya atau bisa berhenti untuk beberapa waktu. Hal lain juga bisa terjadi yaitu perusahaan tersebut bangkrut, karena tidak sanggup untuk mengikuti laju kenaikan harga (inflasi).

Task 5 – Teori Organisasi Umum 2

1.  Pengertian Uang dan Jenisnya

Kebutuhan manusia yang semakin tidak terbatas membuat manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.  Pada mulanya setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri, singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akhirnya mereka melakukan pertukaran barang yang disebut barter untuk memenuhi kebutuhannya. Pertukaran secara barter memiliki kekurangan seperti sulit menemukan barang yang sesuai kebutuhan, sulit menentukan nilai tukar barang dan sulit menyimpan barang yang akan ditukarkan, maka manusia memikirkan suatu barang yang dapat digunakan sebagai perantara dalam pertukaran. Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai seperti kerang, intan, mutiara pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia mengenal uang. Namun barang-barang tersebut memiliki kelemahan diantaranya belum mempunyai pecahan dan tidak tahan lama . Sehubungan dengan hal tersebut, orang berusaha memikirkan barang yang lebih cocok dan lebih baik sebagai barang perantara. Akhirnya, orang banyak menggunakan logam seperti emas dan perak karena barang-barang tersebut disukai masyarakat dan dapat dibentuk menjadi uang.

Jadi, Uang adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk mempermudah pertukaran.

–          Pengertian Uang Menurut Beberapa Ahli

  1. 1.       Menurut  D.H. Robertson

Dalam bukunya Money ia menyebutkan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.

  1. 2.      Menurut R.G. Thomas

Dalam bukunya Our Modern Banking ia menjelaskan bahwa uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.

  1. 3.      Menurut A.C. Pigou

Dalam bukunya The Veil of Money ia meyebutkan bahwa yang dimaksud uang adalah alat tukar.

–          Jenis-Jenis Uang

Berdasarkan jenisnya. Uang digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu :

  • Uang Kartal

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib   diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).

Contoh Uang Kartal

  • Uang Giral

Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral adalah cek, giro pos, wesel dan surat berharga.Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.

Contoh Uang Giral

2. Pengertian Bank dan Jenisnya

Menurut Undang‐Undang No. 10 Tahun 1998, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

–          Pengertian Bank Menurut Beberapa Ahli

  1. Menurut Prof G.M Verryn Stuart
    Bank adalah salah saru badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayaran sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral.
  2. Pengertian Bank menurut. H. Malayu S.p Hsaibuan
    Bank adalah lembaga keuangan berarti Bank adalah badan usaha yang kekayaan terutama dalam bentuk asset keuangan (Financial Assets) serta bermotivasi profit dan juga sosial, jadi bukan mencari keuntungan saja.

– Jenis – Jenis Bank

a) Bank Umum

Adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran atau bank komersial (commercial full service bank).

Beberapa Contoh Bank Umum Di Indonesia

b) Bank Perkreditan Rakyat ( BPR )

Adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (rural bank).

Beberapa Contoh Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia


3. Macam-Macam Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah tindakan penguasa moneter (bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Perubahan jumlah uang yang beredar itu pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
Istilah kebijakan moneter banyak dipakai untuk menyebutkan seluruh tindakan yang mempengaruhi jumlah uang beredar dan harga uang (tingkat suku bunga). Sedangkan lembaga yang berwenang untuk menjalankan tindakan mempengaruhi jumlah uang yang beredar adalah bank sentral (Bank Indonesia). Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai kestabilan ekonomi yang diwujudkan dalam kestabilan harga-harga barang, sehingga iklim berusaha terkondisi sedemikian rupa dan pada gilirannya tercapai peningkatan kegairahan berusaha.

Jadi,Kebijakan moneter adalah salah satu kebijakan yang secara langsung dapat dikendalikan oleh pemerintah, serta memiliki dampak langsung pada perekonomian di Indonesia. Secara singkat grafis, pengaruh tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut :

  • Macam-Macam Kebijakan Moneter
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.Kebijakan Moneter Ekspansif  atau Monetary Expansive Policy

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar

2. Kebijakan Moneter Kontraktif  atau Monetary Contractive Policy

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

4. Arsitektur Perbankan Indonesia

Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API. Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun internasional. Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program
kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah, serta pengembangan UMKM.

Struktur Perbankan Indonesia Sesuai Visi API


Task 4 – Teori Organisasi Umum 2

1.       Pengertian Pasar

Pengertian Pasar menurut beberapa ahli :

  1. 1.       Menurut Heilbroner (1982)

Pasar adalah lembaga yang tujuan dan cara kerjanya paling jelas. Tujuan pokok pasar adalah mencari laba (profit). Karena itu, seluruh komponen di dalamnya harus melakukan efisiensi secara maksimum, agar aturan kerjanya tercapai, yaitu memperoleh laba yang setinggi-tingginya.

  1. 2.       Menurut Lindbom(2002)

Pasar adalah kelembagaan yang mewujud dalam prinsip-prinsip pertukaran. Sistem pasar berjalan bukan oleh perintah yang terpusat, namun oleh interaksi mutual dalam bentuk transaksi barang dan jasa antar pelaku-pelakunya.

  1. 3.       Menurut Rex (1985)

Pasar adalah interaksi bersusun yang kompleks yang meliputi penawaran, pertukaran, dan persaingan. Pertukaran ekonomi merupakan bagian sentral masyarakat modern.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.

2. Jenis-Jenis Pasar

Pasar secara luas memiliki banyak jenis, diantaranya adalah :

1.Pasar menurut bentuk kegiatannya

Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Pasar Nyata

Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli.

Contoh : pasar tradisional dan pasar swalayan.

b. Pasar Abstrak

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja.

Contoh : pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

2. Pasar menurut cara transaksinya

Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi 2, yaitu:

a.Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.

b. Pasar Modern

Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan dengan layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

3. Pasar menurut jenis barangnya

Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu, misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.

4. Pasar menurut luas jangkauannya

Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

a. Pasar Lokal

Pasar lokal adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota.

b. Pasar Daerah

Pasar Daerah adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu daerah dimana  produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.

c. Pasar Nasional

Pasar nasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri.

d.Pasar Internasional

Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia.

3. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Dalam suatu perekonomoan terdapat 4 macam pelaku ekonomi yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. Rumah tangga melakukan kegiatan-kegiatan seperti menjual atau meyewakan faktor-faktor produksi baik kepada pemerintahan maupun kepada perusahaan, membayar pajak kepada pemerintah serta menggunakan jasa yang disediakan pemerintah, dan juga membeli barang-barang baik dari hasil produksi swasta maupun dari hasil produksi pemerintahan. Perusahaan atau swasta melakukan kegiatan membeli faktor-faktor produksi dari rumah tangga,pemerintah,dan luar negeri untuk berproduksi juga membayar pajak kepada pemerintah. Sementara pemerintah melakukan kegiatan menerima pajak dari swasta, rumah tangga, dan luar negeri, membeli serta menghasilkan barang dan jasa, juga membeli faktor-faktor produksi dari rumah tangga, swasta, dan luar negeri. Yang terakhir luar negeri melakukan kegiatan menjual dan membeli faktor-faktor produksi dari rumah tangga, swasta, dan pemerintah serta membayar pajak kepada pemerintah.

Siklus Kegiatan Perekonomian

Untuk menghitung nilai seluruh produksi dalam suatu perekonomian ada 3 cara, yaitu :

a.       Menghitung Hasil Produksi

Dengan menghitung nilai seluruh hasil produksi yang diperoleh dari penjumlahan nilai-nilai hasil produksi yang dihasilkan dari berbagai macam usaha yang ada dalam perekonomian. Hasil perhitungan ini disebut Produk Domestik Bruto (PDB).

b.      Menghitung Pengeluaran

Dengan menghitung seluruh pengeluaran dari seluruh rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan laur negeri untuk menghasilkan barang dan jasa dalam suatu periode tertentu. Hasil perhitungan ini disebut Pengeluaran atau Belanja Nasional.

c.       Menghitung Pendapatan

Dengan menghitung nilai seluruh hasil produksi dalam perekonomian yaitu dengan cara menjumlahkan pendapatan seluruh faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hasil perhitungan ini disebut Pendapatan Nasional.

4. Masalah Perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB)

Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB .Berikut akan dijelaskan mengenai masalah perhitungan Produk Domsetik Bruto (PDB) :

  1. PDB tidak memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy” (perekonomian bawah tanah). Artinya, Perekonomian seperti sektor informal atau sektor illegal seperti penjualan narkoba , dan sektor lain yang sulit tercatat oleh negara tidak masuk dalam perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat undervalued (lebih rendah) dari yang seharusnya PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu Negara.
  2. PDB hanya mengukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu. Artinya, untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik ,tetapi  kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi . Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran, tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup, tingkat buta huruf , dan lain-lain perlu diperhatikan juga.
  3. PDB tidak mencerminkan pemerataan pendapatan. Artinya, nilai PDB suatu negara tidak dapat menunjukan apakah pendapatan nasional tersebut terbagi secara merata diantara penduduknya atau tidak . Bebarapa negara mengalami ketimpangan ekonomi yang besar dengan sebagian kecil penduduk menikmati sebagian besar PDB.

 

 

 

Task 3 – Teori Organisasi Umum 2

1. Pengertian Dari Produsen

Produsen dalam ekonomi adalah organisasi, kelompok atau orang yang menghasilkan suatu barang atau jasa yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna untuk dikonsumsi oleh konsumen. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan adalah konsumen. Dalam memasarkan barang-barang dagang dan juga jasanya biasanya produsen menawarkan harga yang relatif lebih murah karena prudusen merupakan agen-agen langsung yang banyak dicari oleh orang-orang khususnya para pedagang untuk membeli barang dagangan yang nanti akan mereka jual kembali tetapi dengan harga yang relatif lebih mahal.

Bentuk atau wujud dari produsen terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Orang perorangan

Yaitu setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri

2. Badan usaha

Yaitu kumpulan individu yang secara bersama-sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha selanjutnya dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu:
a. Badan hukum

Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi.

b. Bukan badan hukum

Yaitu sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil (firma).Sebagai contoh,  Misalnya, pada saat mobil Anda mogok di suatu pusat perbelanjaan, ada sekumpulan orang pemuda yang menawarkan untuk mendorong mobil Anda dengan syarat mereka diberi imbalan Rp. 50.000,-. Tiga orang ini dapat dikategorikan sebagai badan usaha bukan badan hukum.

2. Fungsi-fungsi Produksi

Fungsi Produksi adalah suatu fungsi yang menunjukan hubungan antara berbagai kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan output.

Skema Proses Produksi

Q = f (XI,X2,X3,…..Xn)

Dimanaa              :

Q                             : Tingkat Produksi atau Output

X1,X2,X3,…Xn  : Kombinasi Input yang digunakan

atau

Q  = f (C,L,R,T )

Dimana                  :

Q                               : Output

C                               : Capital

L                               : Labour

R                               : Natural Resources

T                               : Technology

Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi ini adalah berlakunya ” The Law Of Diminishing Returns” yang menyatakan bahwa apabila suatu input ditambahkan dan input-input lain tetap, maka tambahan output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menari, tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tersebut terus ditambahkan. Jadi, dalam hukum ini ada 3 tingkat produksi, yaitu sebagai berikut :

3. Macam-macam Biaya

Beberapa Pengertian Biaya Menurut Para Ahli :

–          Menurut Supriyono

Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.

–          Menurut Henry Simamora

Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.

–          Menurut Mulyadi

Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis  yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Biaya terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :

–           Biaya Alternatif

Adalah biaya yang dinyatakan dalam alternative yang dikorbankan, dan tidak pernah dikeluarkan dalam bentuk uang.

–           Biaya Implisit

Adalah biaya implisit merupakan biaya yang tidak dikeluarkan tetapi harus dihitung. Biaya ini dapat dijumpai dalam diri seseorang yang bekerja dalam perusahaannya sendiri. Mereka harus memberikan imbalan pada dirimnya sendiri yang besarnya sama bagi orang lain.

–          Biaya Sirna

Adalah biaya sirna adalah kebalikan dari implicit, biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan tetapi tidak boleh dihitung. Biaya ini dianggap hilang atau sirna

–          Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Biaya ini lebih bersifat kalkulatif operasional. Biaya langsung meliputi pengeluaran-pengeluaran untuk bahan mentah, bahan setengah jadi, dan untuk tenaga kerja. Biaya tidak langsung mencangkup depresiasi berbagai jenis barang modal yang dipakai selama produksi.

Menurut beberapa ahli, Biaya digolongkan sebagai berikut :

1.Menurut Objek Pengeluaran

Penggolongan ini merupakan penggolongan yang paling sederhana, yaitu berdasarkan penjelasan  singkat mengenai suatu objek pengeluaran.

2.Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan

Biaya tipe ini dapat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

–          Biaya Produksi

Yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi dapat digolongkan ke dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.

–          Biaya Pemasaran

Yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, contohnya biaya iklan, biaya promosi, biaya sampel, dll.

–          Biaya Administrasi dan Umum

Yaitu biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk, contohnya gaji bagian akuntansi, gaji personalia, Dan lain-lain.

Sedangkan, Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang Dibiayai biaya terbagi menjadi 2 golongan, yaitu:

1.Biaya Langsung (direct cost)

Merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai. Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

2.Biaya Tidak Langsung (indirect cost)

Merupakan biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai, dalam hubungannya dengan produk, biaya tidak langsung dikenal dengan biaya overhead pabrik.

Biaya Menurut Perilaku dalam Kaitannya dengan Perubahan Volume Kegiatan dibagi menjadi 4, yaitu :

1.Biaya Tetap (fixed cost)

Adalah biaya yang jumlahnya tetap konstan tidak dipengaruhi perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat kegiatan tertentu, contohnya; gaji  direktur produksi.

2.Biaya Variabel (variable cost)

Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas, contoh; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

3.Biaya Semi Variabel

Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel, contoh; biaya listrik yang digunakan.

4.Biaya Semi Fixed

Adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

Menurut Jangka Waktu Manfaatnya biaya dibagi 2 bagian, yaitu:
1. Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)

Yaitu pengeluaran yang akan memberikan manfaat/benefit pada periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang.
2. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure)

Yaitu  pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran itu terjadi.

3.Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran dalam arti sempit dibatasi artinya sebagai biaya penjualan, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk ke pasar. Sedangkan biaya pemasaran dalam arti luas meliputi semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai.Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarkan produk atau jasa, meliputi biaya gaji dan komisi tenaga jual, biaya iklan, biaya pergudangan dan biaya pelayanan pelanggan.Biaya pemasaran atau penjualan (Marketing Cost) meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapat pesanan pelanggan dan menyerahkan produk atau jasa ke tangan pelanggan.

–          Penggolongan Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran digolongkan menjadi dua golongan, yaitu:

  • Order Getting Cost (Biaya untuk mendapatkan pesanan)

Yaitu semua biaya yang dikeluarkan dalam usaha untuk memperoleh pesanan. Contohnya; biaya gaji dan wiraniaga, komisi penjualan, advertensi dan promosi.

  • Order Filling Cost (Biaya untuk memenuhi pesanan)

Yaitu semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka mengusahakan agar produk sampai ke tangan pembeli/konsumen. Contohnya; biaya pergudangan, biaya pengangkutan dan biaya penagihan.

4. Biaya Promosi

Biaya promosi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk promosi, Biaya promosi merupakan sejumlah dana yang dikucurkan perusahaan ke dalam promosi untuk meningkatkan penjualan.

5. Biaya Layanan Konsumen
Biaya layanan konsumen adalah sekumpulan biaya yang dikeluarkan untuk mengevaluasi, mendapatkan, dan menggunakan produk atau jasa tersebut.Biaya layanan konsumen adalah jenis-jenis pengeluaran yang mendukung operasi suatu perusahaan.

4. Penerimaan atau Keuntungan

Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. Macam-macam penerimaan atau Revenue adalah sebagai berikut :

1. Total Revenue (TR)

Adalah penerimaan total dari hasil penjualan output. Pada pasar persaingan sempurna, Total Revenue merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, Total Revenue merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Marginal Revenue (MR)

Adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna Marginal Revenue ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.

1. 3. Average Revenue (AR)

Adalah penerimaan perunit dari penjualan output dan merupakan rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

Bentuk-bentuk kurva Total Revenue, Marginal Revenue, dan Average Revenue tergantung dari jenis pasarnya, sebagai berikut :

1. Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar ini harga ditentuka oleh pasar.

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Dalam pasar ini perusahaan dapat mempengaruhi harga, bahkan menentukannya.

 

Sifat-sifat dari konsep Revenue adalah sebagai berikut :

1. Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari 1 yang berarti penuruna harga 1% , yang berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1%

2. Total Revenue Maksimum pada Eh = 1

3. Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1% berakibat kenaikan permintaan kurang dari 1%

2. Marginal Revenue (MR)

Marginal Revenue = Δ TR

Δ Q

Dimana :

TR : Total Revenue

Q : Quantity atau Jumlah Barang

Adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna Marginal Revenue ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.

Task 2 – Teori Organisasi Umum 2

  1. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen memiliki banyak definisi dari sudut pandang beberapa ahli, sebagai berikut :

  • Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

1. Menurut Loudon dan Bitta (1995)

Mencakup proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang dilakukan konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan mendapatkan barang atau jasa.

2. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1995)

Pemahaman terhadap perilaku konsumen mencakup pemahaman terhadap tindakan yang langsung dilakukan konsumen dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, serta termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.

3. Menurut Hawkins, Best dan Coney (2007)

Merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok atau organisasi melakukan proses pemilihan, pengamanan, penggunaan dan penghentian produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya terhadap konsumen dan masyarakat.

4. Menurut Schiffman dan Kanuk (2007)

Merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, uang dan usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dikonsumsi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.Akibat adanya kendala keterbatasan pendapatan di satu sisi dan adanya keinginan untuk mengkonsumsi barang dan jasa sebanyak-banyaknya agar diperoleh kepuasan maksimal di sisi lainnya, maka timbullah perilaku konsumen.

Contoh perilaku konsumen sebelum membuat keputusan pembelian

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor sebagai berikut :
a.Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, dan kelompok referensi. Kelompok referensi sendiri merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.
b.Faktor Internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.

 

2. Pendekatan Perilaku Konsumen

a.Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya.

Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi. Asumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:
1.Konsumen rasional

Artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2.Berlaku hukum Diminishing marginal utility

artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
3.Pendapatan konsumen tetap

Artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.
4.Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap

Artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..
5.Total utility

Adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh
tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.

b.Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
1.Konsumen rasional

Artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.

2.Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan
urutan besar kecilnya daya guna

Artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.
3.Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu

Artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.
4.Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum

Artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk
memenuhi kebtuhan mereka.
5.Konsumen konsisten

Artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya
6.Berlaku hukum transitif

Artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C

 

3. Definisi Elastisitas

Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga. Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang atau jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh.

Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.

“Besar kecilnya kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas atau indeks elastisitas”


4. Macam-macam Elastisitas

Macam-macam Konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro adalah :

  • Elastisitas harga permintaan (Ed)

Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

KRITERIA UKURAN :

  • Ed > 1 : Elastis
  • Ed < 1 : In Elastis
  • Ed = 1 : Unitary
  • Ed = 0 : In Elastis Sempurna
  • Ed = ~ : Elastis Sempurna

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.

2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.

3. Jangka waktu analisa.

4. Jenis barang.

  • Elastisitas harga penawaran (Ws)

Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.rumus elastisitas penawaran tersebut adalah sebagai berikut (elastisitas busur):

  • Elastis Silang (Ec)

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

  • Elastisitas Pendapatan (Ey)

Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan dalam rumus dituliskan sebagai berikut:

Task 1 – Teori Organisasi Umum 2

1. Definisi dan Masalah Pokok Ekonomi

Secara tidak formal, ilmu ekonomi muncul seiring dengan diturunkannya manusia di Bumi seiring dengan adanya kebutuhan-kebutuhan manusia (kebutuhan akan makanan, pakaian,tempat tinggal, dsb) yang  berkaitan dengan masalah ekonomi.

Economics is the science of choice, the science that explains the choices that we make and how those choices change as we cope with scarcity.

Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan,hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikro ekonomi dan makro ekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) dan normatif, mainstream dan heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas  adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

  • Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut beberapa ahli

Ilmu ekonomi memiliki banyak definisi yang dikemukakan dari sudut pandang ahli ekonomi . Berikut beberapa pengertian Ilmu Ekonomi menurut para ahli ekonomi:

  1. Menurut Paul A Samueson

Ilmu Ekonomi adalah studi mengenai bagaimana cara manusia dan masyarakat sampai kepada pilihan (dengan atau tanpa uang) untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas yang mempunyai kegunaan-kegunaan alternative untuk menghasilkan berbagai macam barang dan mendistribusikan untuk konsumsi, baik sekarang maupun masa depan yang akan dating diantara berbagai orang dan golongan dalam masyarakat

  1. Menurut Mel Vilye J Ulmer
    Ilmu Ekonomi adalah ilmu pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan manusia yang berhubungan dengan proses produksi, distribusi dan konsumsi.
  2. Menurut Oscar Langen
    Ilmu Ekonomi adalah
    mempelajari tata administrasi dari resources sedemikian rupa sehingga dapat digunakan bagi kehidupan manusia sebaik-baiknya.
  3. Menurut Albert L Meyers
    Ilmu Ekonomi adalah
    ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuas kebutuhan manusia.
  4. Menurut Prof. DR. J.L. Mey JR.
    Ekonomi adalah ilmu
    pengetahuan yang mempelajari usaha manusia kearah kemakmuran.
  5. Menurut Lionel Robbins
    Ekonomi adalah ilmu
    pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya pemenuhan kebutuhan yang langka.
  6. Menurut Hennipman
    Ekonomi adalah
    Bagian terbesar dari pada teori ekonomi, terutama teori nilai, bertugas untuk menganalisa manusia dan reaksinya dalam kehidupan ekonomi.
  7. Menurut DR. Soelistijo, MBA
    Ekonomi adalah ilmu
    yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumber daya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak. 

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai barang  serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada berbagai anggota masyarakat untuk mereka pakai ataukonsumsi.

  • Masalah Pokok Ekonomi

Masalah yang dihadapi oleh manusia secara umum adalah kebutuhannya yang tidak terbatas, sedangkan sumber daya atau faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi   barang-barang yang diinginkan terbatas. Sumber daya atau faktor-faktor produksi terdiri dari seluruh komponen yang digunakan untuk memproduksi barang seperti tanah, modal (capial), tenaga kerja, dan semangat kewiraswastaan (entrepreneurship).

Karena keterbatasan ini, kemudian manusia harus memilih barang-brang apa saja yang harus diproduksi agar tercapai kepuasan maksimum, walaupun tidak semua barang yang diinginkan itu terpenuhi semuanya inilah yang menjadi masalah ekonomi. Masalah –masalah ekonomi adalah :

1. Barang dan Jasa apa yang akan dihasilkan (what)

Masalah ini dapat dilihat dari sisi apa yang menjadi kebutuhan mendesak oleh masyarakat. Jika banyak masyarakat yang membutuhkan maka diproduksilah barang tersebut, karena dengan memproduksi barang tersebut berarti sebagian besar keinginan masyarakat terpenuhi.

2.   Bagaimana Barang dan Jasa tersebut dihasilkan (how)

Masalah ini menyangkut cara atau tekhnik untuk memanfaatkan sumber daya sedikit mungkin untuk memproduksi barang yang dibutuhkan. Dengan demikian diharapkan sumber daya terbatas tadi tidak akan cepat habis.

3. Untuk siapa Barang dan Jasa tersebut dihasilkan (for whom)

Barang yang diproduksi harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini meyangkut pembagan barang-barang yang ada. Ada barang yang khusus dibuat untuk anak-anak dan adapula yang khusus dibuat untuk orang dewasa. Ada pula barang yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat golongan ke ats, maupun ke bawah. Jadi barang tersebut ada variasinya, tergantung siapa yang akan menggunakannya.

2. Sistem Perekonomian

Sistem Ekonomi adalah hubungan antara komponen –komponen ekonomi dengan kerangka hokum dan adat yang mengatur bagaimana komponen-komponen tersebut melakukan kegiatannya.

Sistem Perekonomian di dunia dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Salah satu bentuk penolakan masyarakat terhadap Kapitalisme

2. Komunisme adalah sistem ekonomi yang menganut paham bahwa setiap orang hidup dan bekerja berdasarkan motto ” From each according to his ability, to each according to his needs “. Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem komunisme tersebut.

Bapak pendiri Komunisme

Karl Marx dan Friedrich Engels

 

3. Pengertian Permintaan dan Penawaran

  • Permintaan

Adalah adalah berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.

  • Penawaran

Adalah adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.

– Hukum Penawaran dan Permintaan

Hukum Permintaan :

“Semakin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang, maka jumlah yang diminta berkurang”

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Hukum penawaran Suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya tersebut jika barangnya itu mempunyai harga yang rendah dan jika dia juga mempunyai harga barang yang tinggi.

Hukum penawaran :

“ Makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semangkin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual”.

Hukum penawaran berlaku apabila factor-faktor lain selain harga adalah cateris paribus. Adapun factor yang lain yang membentuk cateris paribus adalah: tekhnologi yang digunakan adalah tetap Penjual tidak memerlukan harga tunai Penjual tidak akan kuatir jika suatu saat harga barang akan turun Jumlah pedagang dan produsen tetap.

4. Faktor yang mempengaruhi  Penawaran dan Permintaan

–          Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

1. Perilaku konsumen atau selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3. Pendapatan atau penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5. Banyaknya atau intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan atau produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti atau pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

5. Prediksi atau perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Misuse Of Data – Penyalahgunaan Data

Seiring dengan perkembangan ilmu dan juga tekhnologi pada zaman ini, perkembangan tersebut juga disertai dengan banyaknya penyalahgunaan data yang dilakukan untuk memenuhi kepentingan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan ditujukan untuk kepentingan pribadinya. Berikut akan dijelaskna lebih lanjut mengenai pengertian penyalahgunaan data dan juga beberapa contoh kasus terhadapnya. Semoga bermanfaat. Happy reading guys 🙂

Pengertian Penyalahgunaan Data

Penyalahgunaan data adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dimana individu atau kelompok tersebut mengubah atau meyalahgunakan data yang sudah ada menjadi berbeda atau fiktif. Contoh yang dilakukan dalam tindak penyalahgunaan data seperti tindak penyalahgunaan data keuangan dalam perusahaan, misalkan seperti menambah atau mengurangi data keuangan yang telah masuk. Tindakan seperti itu jelas tidak hanya merugikan perusahaan saja, namun dapat juga berdampak pada individu atau kelompok lainnya.

Salah satu contoh Penyalahgunaan Data “Cyber Crime”

Pelaku yang kerap kali melakukan pencurian dan penyalahgunaan data ini disebut Hacker. Akan tetapi ada juga Hacker yang bertindak lebih merusak, mencuri sebuah database, hingga melakukan tindak anarkis begitu mendapat akses, mereka lebih disebut Cracker. Para Hacker adalah orang – orang yang tergoda pada lubang – lubang yang terdapat pada sistem komputer, sehingga kesempatan merupakan penyebab utama orang – orang tersebut menjadi ” penjahat Cyber ” atau ” Cyber Crime “. Dalam Cyber Crime sendiri terdapat istilah ” Whitehat ” dan ” Blackhat “. Adapun Whitehat merupakan Hacker yang lugu, sedangkan Blackhat adalah seorang Cracker, karena yang sebenarnya mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode – kode virus, dan lain – lain adalah Cracker. Cracker – lah menggunakan celah – celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu system, dan dinamakan peretas sejati adalah seorang Hacker yang sebenarnya tidak suka merusak suatu system. Jadi dengan kata lain Cracker inilah yang biasannya menjadi ” actor ” yang melakukan penyalahgunaan data. Tujuan mereka melakukan hal tersebut bermacam – macam. Ada yang berlatarkan materi, misalnya mereka akan mendapatkan keuntungan lebih besar jika mereka melakukan penyalahgunaan data.

– Salah satu contoh kasus Misuse of Data

Contoh dari penyalahgunaan data adalah untuk tujuan tindak kejahatan seperti penipuan, pemerasan, pengerusakan harta (misalnya melalui spamming email atau sms), ataupun pencurian data (seperti pencurian data keuangan berdasarkan akses ke sistem komputer keuangan). Seperti yang terjadi di Malaysia baru – baru ini, para orang tua calon mahasiswa yang gagal mendapatkan tempat perguruan tinggi Negeri sangat terganggu dengan telefon dan surat tak diundang yang menawarkan berbagai program kuliah di beberapa institusi pendidikan swasta di Malaysia. Hal ini diduga terjadi karena kebocoran database yang mungkin disebabkan oleh oknum Departemen Pendidikan Malaysia.

Kebocoran data seperti ini seringkali terjadi terutama karena praktek jual beli data pelanggan masih dilihat lumrah oleh pihak pebisnis dan industri pemasaran. Melalui internet inilah, modus operasinya menjadi lebih canggih dengan penggunaan mata – mata elektronik (biasa disebut cookies) yang berfungsi menyerap dan mendeteksi preferensi konsumen ketika mereka mengunjungi website – website di internet. Dan melalui internet pula, data – data berkaitan dengan kepemilikan kartu kredit luas diperjualbelikan atau disebarkan oleh para pencuri data.

Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang ” dicuri ” dan digunakan secara tidak sah (ilegal). Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, ” pencurian ” account cukup menangkap ” user id ” dan ” password ” saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya ” benda ” yang dicuri . Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan account tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP.

Dewasa ini makin banyak Cracker bermunculan, ini disebabkan dengan semakin mudahnya akses ilmu mengenai cara atau tindak kejahatan Cyber Crime lewat akses dunia maya untuk dipelajari. Sehingga solusi paling mudah untuk dilakukan adalah melakukan antisipasi sejak dini dengan melakukan peningkatan fungsi keamanan pada situsnya dan melakukan kontrol secara intensif.

MISCOMMUNICATION

enjoy this article about the miscommunication, may be useful and add to knowledge. good luck eve 😉

Pengertian Miscomunication

Miscommunication adalah tantangan terbesar di banyak tempat kerja. Untuk menghindarinya, cobalah beri kesempatan kepada otak untuk mengolah informasi dan memikirkannya sejenak, buatlah point-point yang ingin disampaikan sesingkat dan setepat mungkin. Dengan cara ini, pendengar akan mengerti dan mengingat pesan kita. Mis Communication adalah suatu proses penyampaian pesan (ide dan gagasan) dari suatu pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya , komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata – kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Mis communication biasa terjadi pada komunikasi antara kedua pihak. Miss communication terjadi biasanya dikarenakan salah satu pihak tidak mengerti dengan pesan yang disampaikan oleh pihak yang lain. Mungkin bahasanya, atau ejaan kalimatnya atau mungkin juga pengetahuan kedua pihak tersebut tidak sama. Atau bisa juga karena media yang digunakan.

Mis Communication atau lebih sering disebut Miss Komunikasi merupakan adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak dalam mencerna proses komunikasi, sehingga antara pesan yang disampaikan dengan pesan yang diterima berbeda penafsiran atau arti. Miss komunikasi dapat menyebabkan tidak tercapainnya tujuan atau misi yang hendak dicapai.

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya Miss komunikasi, bisa disebabkan dari faktor luar rangkaian unsur proses komunikasi, ataupun tidak lengkapnya pesan komunikasi itu disampaikan. Faktor yang sering dialami adalah adanya gangguan pada unsur Channel (Media) yang menyebabkan tidak adanya feedback (Umpan Balik) pesan yang disampaikan atau malah feedback yang timbul tidak sesuai dengan tujuan pesan yang disampaikan pada di awal.
Ketika feedback yang diterima berbeda dengan tujuan awal pesan disampaikan, maka akan terjadi kesalahpahaman atau salah koordinasi antara ” si penyampai pesan ” dengan ” si penerima pesan “.

Untuk menghindari adanya Mis Communication maka perlu adanya antisipasi dari ” si penyampai pesan ” untuk memastikan bahwa pesan tercapai pada ” si penerima pesan” sesuai dengan maksud awal. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh ” si penyampai pesan “, yaitu dengan cara memastikan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan sesuai dan berfungsi kemudian melakukan konfirmasi apabila pesan sudah diterima oleh ” si penerima pesan “, dan bila perlu menjelaskan ulang secara lebih detail sebelum ” si penerima pesan ” bertanya kembali atau tidak paham.

Contohnya, jika ada warga Negara Inggris yang berbicara menggunakan bahasa Inggris kepada warga Negara Cina yang notabennya menggunakan bahasa Mandarin, tidak akan mencapai titik temu karena kedua pihak tersebut tidak saling mengerti bahasa yang digunakan masing-masing.
Mis Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan Indonesia dengan Australia, dimana pihak Australia menganggap pernyataan Indonesia mengenai “Negara Bebas Teroris” di terjemahkan oleh Australia sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menyebabkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut. Yang bisa berakibat juga pada jumlah wisatawan yang ada di Indonesia.

Komunikasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap aspek kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia. Walaupun demikian, kita masih sering sekali mendengar istilah “miskomunikasi” yang menunjuk pada gagalnya komunikasi sehingga maksud dan kehendak tidak dapat tersampaikan dengan baik, atau malah salah dipersepsi sehingga menimbulkan yang namanya “salah paham”. Salah komunikasi atau miskomunikasi itu adalah hal yang biasa. Kadang hal tersebut bisa terjadi karena ketidaksadaran kita. Sekarang yang perlu kita antisipasi adalah bagaimana cara membuka komunikasi pasca miskomunikasi.

Komunikasi adalah Salah satu fungsi dasar dari kantor dan merupakan proses yang esensial bagi semua bentuk perusahaan. Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain melalui pos, telepon, teleprinter, jasa kurir, atau sarana lain.

Macam – macam Komunikasi :

1. Komunikasi Lisan
Bentuk lazim dari komunikasi lisan adalah percakapan langsung diantara dua orang. Acap kali cara tercepat dan terbaik untuk menjamin kerjasama adalah dengan membicarakan persoalan dengan orang yang berkepentingan.

2. Komunikasi Tertulis.
Komunikasi tertulis dibuat dengan diketik dan ditulis tangan. Pengetikan dibandingkan dengan tulisan tangan lebih cepat dan hasilnya lebih mudah dibaca. Dalam beberapa organisasi, mengetik dianggap sebagai pengoperasian kantor dasar yang harus dapat dilakukan oleh semua orang yang terlibat dalam pekerjaan tulis menulis.

3. Komunikasi Bersemuka
Komunikasi bersemuka memiliki keuntungan berupa petunjuk visual dan audio, tetapi tidak memiliki kepermanenan dokumen.
Contoh : wawancara diantara manajer dan orang lain.

Di dalam proses komunikasi ada tiga unsur yang sangat berperan aktif. Pertama, komunikator yang berdiri dan memainkan model/ media komunikasi verbal maupun non-verbal. Kedua, komuniken (pribadi atau kelompok) adalah pihak yang menerima hubungan dari komunikator. Ketiga, pesan yaitu unsur terpenting dan inti dalam interaksi antara komunikator dengan komuniken. Untuk mencapai keberhasilan komunikasi pesan disampaikan sedemikian rupa, kadangkala dengan menciptakan stimulan (rangsangan) sehingga komunikan merasakan respect terhadap pesan. Pesan itu diusahakan dengan memakai bahasa, simbol atau lambang yang sudah dipahami oleh komuniken maupun komunikator itu sendiri, sehingga salah pengertian (miscommunication) dapat dihindari. Selain soal bahasa yang dipergunakan, pesan itu seharusnya “membangkitkan kebutuhan atau keuntungan pihak komuniken”. Karena itu komunikator harus mampu melihat kebutuhan sesamanya di samping kebutuhannya sendiri.

Menurut Harold Lasswell definisi komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa ? mengatakan apa ? dengan saluran apa ? kepada siapa ? dengan akibat atau hasil apa ? (who ? says what ? in which channel ? to whom ? with what effect ?), seperti yang akan dijelaskan di bawah ini :

– Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960)

1. Who ? (siapa atau sumber)

Sumber atau Komunikator adalah pelaku utama atau pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi, bisa seorang individu kelompok, organisasi, maupun suatu negara sebagai komunikator.

2. Says What ? (Message atau Pesan)

Apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan kepada penerima (komunikan) dari sumber (komunikator) atau isi informasi merupakan seperangkat symbol verbal atau non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maksud sumber tadi. Komponen pesan yaitu makna, symbol untuk menyampaikan makna, dan bentuk atau organisasi pesan.

3. In Which Channel ? (saluran atau media)

Wahana atau Alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima) baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media cetak atau elektronik dll)

4. To Whom ? (untuk siapa atau penerima)

Orang atau Kelompok atau Organisasi atau Suatu negara yang menerima pesan dari sumber disebut tujuan (destination) baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media cetak atau elektronik dan lain sebagainya)

5. With Effect ? (dampak atau efek)

Dampak atau Efek yang terjadi pada komunikan (penerima) setelah menerima pesan dari sumber, seperti perubahan sikap, bertambahnya pengetahuan, dan lain-lain.