Dampak Kenaikan Harga Bagi Konsumen ( Writting Tasks 2 )


Pada buku Bottom up Marketing, Al Rise dan Jack Trout menyatakan bahwa your tactic should not be customer oriented. Apabila kita berkonsentrasi pada konsumen (customer centric), kita akan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Pekerjaan-pekerjaan yang dimaksud adalah menanamkan brand perusahaan pada benak target, meningkatkan image positif, memberikan pelayanan terbaik, dan pada saat yang bersamaan berupaya meningkatkan jumlah pelanggan dan merebut pelanggan baru. Dalam konsep customer centric, di satu sisi perusahaan menginginkan setiap konsumennya untuk loyal. Di sisi lain, perusahaan memperlakukan konsumen sebagai raja. Seperti Menurut Philip Kotler, pengertian konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk di konsumsi pribadi.

Konsumen dan kenaikan barang adalah dua hal yang memiliki kaitan sangat erat, kedua hal tersebut tidak dapat saling berjalan normal apabila masing-masing fungsi tidak mendukung satu sama lainnya. Fungsi dari Konsumen tidak dapat berjalan apabila fungsi dari kenaikan harga tidak mendukungnya, begitu pula sebaliknya.

Dewasa ini, kenaikan harga sudah sering kita dengar dan alami, penyebabnya adalah tidak lain karena berbagai macam faktor, diantaranya terjadinya peningkatan terhadap perkembangan perekonomian dunia, Permintaan Masyarakat, Kenaikan Ongkos Produksi, dan terjadinya inflasi terhadap harga dari bahan-bahan dasar pembuatan suatu produk sehingga meningkatkan harga produk tersebut. Akibatnya, konsumen harus membayar lebih mahal dan barang yang diperoleh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya inflasi.

Dalam perilaku konsumen disebutkan kata menimbang dan mengevaluasi. Seseorang konsumen yang rasional pada waktu akan memutuskan pembelian suatu barang tidak didasari oleh emosi belaka namun terutama didasari pada suatu pertimbangan bahwa apa yang akan dibelinya memang memberikan tingkat kepuasan terbesar jika dibandingkan dengan barang lainnya. Tentunya ada kriteria-kriteria terentu yang diinginkan oleh konsumen tersebut untuk mendapatkan kepuasan terbesar dalam pembelian tadi. Kriteria yang paling erat tentunya seputar kualitas barang dan harga barang. Adanya kenaikan harga terkadang memaksa konsumen tingkat menengah kebawah lebih memilih mengkonsumsi barang dengan harga rendah sekalipun barang konsumsi tersebut kualitas dua, tak sedikit pula yang terpancing oleh produsen yang memproduksi barang serupa dengan elemen yang lain,hanya terlihat sama diluar saja yang bisa disebut barang bajakan. Barang imitasi atau barang bajakan diketahui lebih laku dibandingkan barang asli.  Kebiasaan konsumen membeli barang imitasi mungkin belum akan terasa dampaknya secara langsung jika masih diaplikasikan kepada barang-barang yang bisa dibilang barang pakai atau pelangkap atau aksesories, seperti sepatu,pakaian dan sejenisnya. Namun masalah ini menjadi besar ketika konsumsi tersebut mulai merambah pangan. Tak bisa dipungkiri lakunya barang tiruan menggugah para produsen untuk menekan harga produksi dengan membuat barang tiruan, bahkan yang ditirukan adalah barang yang dikonsumsi langsung oleh manusia seperti makanan yang diketahui akan berakibat buruk bagi konsumen.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan laba maksimal dengan biaya produksi yang minimal produsen dapat memproduksi telur bebek yang sebenarnya merupaka hasil sepuhan dari telur ayam, biasanya para produsen mengakali dengan menyepuh atau mewarnai telur ayam sehingga menjadi serupa dengan telur bebek, ia dapat menjual telur tersebut dengan harga sedikit lebih murah sehingga menarik perhatian konsumen. Jika benar-benar sudah tidak mampu membeli barang karena kenaikan harga,jalan terakhir yang bisa ditempuh adalah mengonsumsi apapun yang dapat dikonsumsi, di desa-desa dan perkampungan banyak keluarga yang mengonsumsi nasi aking atau bisa disebut nasi basi, nasi ini hanya dikeringakan lalu dimasak kembali, nasi seperti ini jelas tidak baik utuk gizi si konsumen tersebut,namun apa daya ketika ia tidak mampu membeli beras. Hal ini pula yang harusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah sebelum menaikkan harga barang terutama harga bahan pokok, yaitu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kelas bawah, tidak hanya kelas menengha dan kelas atas. Kenaikan harga akan memperburuk keadaan masyarakat tingkat bawah yang karena ketidak mampuan memenuhi keperluan pangan dan ekonominya.

Kemiskinan sebagai dampak langsung kenaikan harga bagi Konsumen Tingkat Bawah

Penurunan kualitas dari barang-barang yang menjadi kebutuhan umum konsumen dapat berakibat besar bagi penurunan gizi dan kesehatan para konsumen, juga peningkatan kejahatan yang banyak dilakukan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dengan bahan yang murah namun membahayakan. Kenaikan harga bukan hanya membuat konsumen harus membayar lebih terhadap produk yang diinginkan terutama makanan, tetapi juga harus membayar lebih untuk akibat jangka panjang yang akan dihasilkan dari makanan yang tidak bergizi dan membahayakan kesehatan.

Contoh lainnya adalah masalah kenaikan harga bahan kebutuhan pokok bagi konsumen. Konsumen dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak dapat lepas dari bahan kebutuhan pokok, bahkan dapat dikatakan hidupnya tergantung dari terpenuhinya kebutuhan pokok tersebut. Hal itu wajar karena dalam kehidupan sehari-hari konsumen perlu mengonsumsi bahan kebutuhan pokok untuk memenuhi asupan gizi bagi tubuh, seperti protein, karbohidrat, mineral, dan kalsium. Asupan itu bermanfaat bagi tubuh agar tetap dalam kondisi tidak kekurangan gizi. Untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut selain persediaan juga dipengaruhi faktor harga, yang berkaitan dengan daya beli konsumen. Ketika harga kebutuhan pokok itu naik cukup tinggi, sebagian besar konsumen pasti mengeluh, karena akan menambah beban anggaran rumah tangga sehari-hari. Kondisi itu juga akan menyedot anggaran untuk kebutuhan lain. Untuk menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok, konsumen terpaksa melakukan langkah terobosan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Langkah itu di antaranya memperketat pengeluaran untuk kebutuhan lain dan mengurangi porsi belanja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s