Task 3 – Teori Organisasi Umum 2


1. Pengertian Dari Produsen

Produsen dalam ekonomi adalah organisasi, kelompok atau orang yang menghasilkan suatu barang atau jasa yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna untuk dikonsumsi oleh konsumen. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan adalah konsumen. Dalam memasarkan barang-barang dagang dan juga jasanya biasanya produsen menawarkan harga yang relatif lebih murah karena prudusen merupakan agen-agen langsung yang banyak dicari oleh orang-orang khususnya para pedagang untuk membeli barang dagangan yang nanti akan mereka jual kembali tetapi dengan harga yang relatif lebih mahal.

Bentuk atau wujud dari produsen terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Orang perorangan

Yaitu setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri

2. Badan usaha

Yaitu kumpulan individu yang secara bersama-sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha selanjutnya dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu:
a. Badan hukum

Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi.

b. Bukan badan hukum

Yaitu sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil (firma).Sebagai contoh,  Misalnya, pada saat mobil Anda mogok di suatu pusat perbelanjaan, ada sekumpulan orang pemuda yang menawarkan untuk mendorong mobil Anda dengan syarat mereka diberi imbalan Rp. 50.000,-. Tiga orang ini dapat dikategorikan sebagai badan usaha bukan badan hukum.

2. Fungsi-fungsi Produksi

Fungsi Produksi adalah suatu fungsi yang menunjukan hubungan antara berbagai kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan output.

Skema Proses Produksi

Q = f (XI,X2,X3,…..Xn)

Dimanaa              :

Q                             : Tingkat Produksi atau Output

X1,X2,X3,…Xn  : Kombinasi Input yang digunakan

atau

Q  = f (C,L,R,T )

Dimana                  :

Q                               : Output

C                               : Capital

L                               : Labour

R                               : Natural Resources

T                               : Technology

Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi ini adalah berlakunya ” The Law Of Diminishing Returns” yang menyatakan bahwa apabila suatu input ditambahkan dan input-input lain tetap, maka tambahan output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menari, tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tersebut terus ditambahkan. Jadi, dalam hukum ini ada 3 tingkat produksi, yaitu sebagai berikut :

3. Macam-macam Biaya

Beberapa Pengertian Biaya Menurut Para Ahli :

–          Menurut Supriyono

Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.

–          Menurut Henry Simamora

Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.

–          Menurut Mulyadi

Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis  yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Biaya terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :

–           Biaya Alternatif

Adalah biaya yang dinyatakan dalam alternative yang dikorbankan, dan tidak pernah dikeluarkan dalam bentuk uang.

–           Biaya Implisit

Adalah biaya implisit merupakan biaya yang tidak dikeluarkan tetapi harus dihitung. Biaya ini dapat dijumpai dalam diri seseorang yang bekerja dalam perusahaannya sendiri. Mereka harus memberikan imbalan pada dirimnya sendiri yang besarnya sama bagi orang lain.

–          Biaya Sirna

Adalah biaya sirna adalah kebalikan dari implicit, biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan tetapi tidak boleh dihitung. Biaya ini dianggap hilang atau sirna

–          Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Biaya ini lebih bersifat kalkulatif operasional. Biaya langsung meliputi pengeluaran-pengeluaran untuk bahan mentah, bahan setengah jadi, dan untuk tenaga kerja. Biaya tidak langsung mencangkup depresiasi berbagai jenis barang modal yang dipakai selama produksi.

Menurut beberapa ahli, Biaya digolongkan sebagai berikut :

1.Menurut Objek Pengeluaran

Penggolongan ini merupakan penggolongan yang paling sederhana, yaitu berdasarkan penjelasan  singkat mengenai suatu objek pengeluaran.

2.Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan

Biaya tipe ini dapat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

–          Biaya Produksi

Yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi dapat digolongkan ke dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.

–          Biaya Pemasaran

Yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, contohnya biaya iklan, biaya promosi, biaya sampel, dll.

–          Biaya Administrasi dan Umum

Yaitu biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk, contohnya gaji bagian akuntansi, gaji personalia, Dan lain-lain.

Sedangkan, Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang Dibiayai biaya terbagi menjadi 2 golongan, yaitu:

1.Biaya Langsung (direct cost)

Merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai. Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

2.Biaya Tidak Langsung (indirect cost)

Merupakan biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai, dalam hubungannya dengan produk, biaya tidak langsung dikenal dengan biaya overhead pabrik.

Biaya Menurut Perilaku dalam Kaitannya dengan Perubahan Volume Kegiatan dibagi menjadi 4, yaitu :

1.Biaya Tetap (fixed cost)

Adalah biaya yang jumlahnya tetap konstan tidak dipengaruhi perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat kegiatan tertentu, contohnya; gaji  direktur produksi.

2.Biaya Variabel (variable cost)

Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas, contoh; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

3.Biaya Semi Variabel

Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel, contoh; biaya listrik yang digunakan.

4.Biaya Semi Fixed

Adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

Menurut Jangka Waktu Manfaatnya biaya dibagi 2 bagian, yaitu:
1. Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)

Yaitu pengeluaran yang akan memberikan manfaat/benefit pada periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang.
2. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure)

Yaitu  pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran itu terjadi.

3.Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran dalam arti sempit dibatasi artinya sebagai biaya penjualan, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk ke pasar. Sedangkan biaya pemasaran dalam arti luas meliputi semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai.Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarkan produk atau jasa, meliputi biaya gaji dan komisi tenaga jual, biaya iklan, biaya pergudangan dan biaya pelayanan pelanggan.Biaya pemasaran atau penjualan (Marketing Cost) meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapat pesanan pelanggan dan menyerahkan produk atau jasa ke tangan pelanggan.

–          Penggolongan Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran digolongkan menjadi dua golongan, yaitu:

  • Order Getting Cost (Biaya untuk mendapatkan pesanan)

Yaitu semua biaya yang dikeluarkan dalam usaha untuk memperoleh pesanan. Contohnya; biaya gaji dan wiraniaga, komisi penjualan, advertensi dan promosi.

  • Order Filling Cost (Biaya untuk memenuhi pesanan)

Yaitu semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka mengusahakan agar produk sampai ke tangan pembeli/konsumen. Contohnya; biaya pergudangan, biaya pengangkutan dan biaya penagihan.

4. Biaya Promosi

Biaya promosi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk promosi, Biaya promosi merupakan sejumlah dana yang dikucurkan perusahaan ke dalam promosi untuk meningkatkan penjualan.

5. Biaya Layanan Konsumen
Biaya layanan konsumen adalah sekumpulan biaya yang dikeluarkan untuk mengevaluasi, mendapatkan, dan menggunakan produk atau jasa tersebut.Biaya layanan konsumen adalah jenis-jenis pengeluaran yang mendukung operasi suatu perusahaan.

4. Penerimaan atau Keuntungan

Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. Macam-macam penerimaan atau Revenue adalah sebagai berikut :

1. Total Revenue (TR)

Adalah penerimaan total dari hasil penjualan output. Pada pasar persaingan sempurna, Total Revenue merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, Total Revenue merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Marginal Revenue (MR)

Adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna Marginal Revenue ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.

1. 3. Average Revenue (AR)

Adalah penerimaan perunit dari penjualan output dan merupakan rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

Bentuk-bentuk kurva Total Revenue, Marginal Revenue, dan Average Revenue tergantung dari jenis pasarnya, sebagai berikut :

1. Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar ini harga ditentuka oleh pasar.

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Dalam pasar ini perusahaan dapat mempengaruhi harga, bahkan menentukannya.

 

Sifat-sifat dari konsep Revenue adalah sebagai berikut :

1. Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari 1 yang berarti penuruna harga 1% , yang berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1%

2. Total Revenue Maksimum pada Eh = 1

3. Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1% berakibat kenaikan permintaan kurang dari 1%

2. Marginal Revenue (MR)

Marginal Revenue = Δ TR

Δ Q

Dimana :

TR : Total Revenue

Q : Quantity atau Jumlah Barang

Adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna Marginal Revenue ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s