Bakat dan Kecerdasan


Bakat dan Kecerdasan adalah dua hal yang sekilas serupa, tetapi apabila kita menelaah arti dari kedua kata tersebut akan kita ketahui bahwa kedua kata tersebut memiliki perbedaan dan hubungan ketergantungan yang kuat. Mengapa demikian?? Untuk lebih jelasnya kita lihat dulu pengertian bakat dan Kecerdasan di bawah ini .

Bakat adalah potensi dan kepandaian yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir yang akan diketahui lambat laun searah dengan pertumbuhan manusia. Bakat brupa suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi dan merupakan potensi dan bukan sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan dan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses

Kecerdasan (Intelligence) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Seperti Stenberg& Slater (1982) mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif.

Pada umumnya terdapat tujuh jenis kecerdasan, antara lain:

Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata , Mampu beragumentasi, meyakinkan orang, menghibur, mengajar dengan efektif lewat kata-kata, senang dengan bunyi bahasa dan teka-teki kata, dapat menulis dengan jelas, dapat mengartikan bahasa tulisan secara luas. Kecerdasan tingkat ini biasanya merupakan kecerdasan para jurnalis, juru cerita, penyair, dan pengacara. Bisa jadi mereka adalah ahli sastra.

Kecerdasan Logis-matematis
Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. Kecerdasan tingkat ini biasanya merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.

– Kecerdasan Spasial
Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. Kecerdasan tingkat ini biasanya merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.

Kecerdasan Musikal
Kecerdasan dan kemampuan untuk mencerap, menghargai, dan menciptakan irama dan melodi. Memiliki kepekaan terhadap nada, dapat menyanyikan lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama musik, dapat mendengarkan (menikmati) berbagai karya musik dengan tingkat ketajaman tertentu.Kecerdasan pada tingkat ini biasnaya merupakan kecerdasan para komponis, pemain musik, penyanyi, pemimpin orkestra atau berbagai group musik.

– Kecerdasan Kinestetik-jasmani
Merupakan kecerdasan fisik, bakat dalam mengendalikan gerak tubuh, dan keterampilan dalam menangani benda, cekatan, indra perabanya sangat peka, tidak bisa tinggal diam, dan berminat atas segala sesuatu. Memiliki keterampilan dalam menjahit, bertukang, merakit model. Dapat menikmati kegiatan fisik seperti: berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau kegiatan fisik lainnya. Kecerdasan pada tingkat ini biasanya adalah keterampilan para atlet, pengrajin, montir, ahli bedah, dsb.

Kecerdasan Antar pribadi
Merupakan kecerdasan fisik: bakat dalam mengendalikan gerak tubuh, dan keterampilan dalam menangani benda; cekatan; indra perabanya sangat peka; tidak bisa tinggal diam, dan berminat atas segala sesuatu. Memiliki keterampilan dalam menjahit, bertukang, merakit model. Dapat menikmati kegiatan fisik seperti: berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau kegiatan fisik lainnya. Kecerdasan pada tingkat ini biasanya adalah keterampilan para atlet, pengrajin, montir, ahli bedah, dsb.

Kecerdasan Intrapribadi
Kecerdasan dalam diri sendiri , Kemampuan mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai keadaan emosi, menggunakan pemahamannya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya. Mereka sangat mawas diri dan suka bermeditasi, berkontemplasi, atau bentuk lain penelusuran jiwa yang mendalam. Mereka sangat mandiri, fokus pada tujuan, sangat disiplin. Mereka gemar belajar sendiri, lebih suka bekerja sendiri dari pada bekerjasama dengan orang lain. Kecerdasan pada tingkat ini biasanya adalah kecerdasan para konselor, ahli teologi, wirausahawan, dsb.

Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa hubungan keduanya adalah sebagai berikut, Kecerdasan dapat dilihat sebagai bakat yang memungkinkan seseorang menguasai kemampuan tertentu atas aneka macam ketrampilan. Kecerdasan sebenarnya merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Sesungguhnya, Anda jauh lebih cerdas dari yang Anda sadari. Setiap manusia normal dapat mengembangkan ketujuh jenis kemampuan kecerdasan sampai kepada tingkat penguasaan tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s